Saturday, August 6, 2016

Desa Banraasku, Oksigenku

GAMBARAN UMUM DESA BANRA’AS
Desa Banraasku, Oksigenku
Pulau Gili Iyang terdiri dari 2 desa yaitu salah satunya adalah  Desa Banraas. Desa ini berada di Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep pulau Gili Iyang.  Desa ini terletak pada kordinat 06 59’ 9” LS dan 114 10’ 29” BT dengan luas 921.2 Ha. Pulau Giliyang  Desa Banraas terdiri enam dusun yaitu, Dusun Kalompang, Dusun Assem, Dusun Raas Timur,  Dusun Baru, Dusun Raas Barat, Dusun Bungkok. Desa Banraas dipimpin oleh Kepala Desa atau lebih dikenal dengan Klebung yang bernama Bapak  H. Mathor, SH. 
Visi dan Misi desa Banraas:
Visi: Terwujudnya masyarakat desa Banraas, desa banraas jujur tentram makmur dan penuh dengan keadilan
Misi: Meneruskan program yang sebelumnya, mengembangkan potensi desa serta meningkatkan SDM desa.
Penduduk Desa Banraas rata-rata bemata pencaharian sebagai nelayan yang bergantung dari cuaca, jika ombak terlalu besar maka hasil tagkapan akan lebih mahal dan jika ombak tidak terlalu besar maka penjualan lebih murah. Suasana desa Desa Banraas tergolong ramah dikarenakan sifat royal, gotong royong yang terjalin antara warga sekitar sangat erat sehingga tercipta kerukunan serta persaudaraan yang erat.
Kereligiusan sangat kental di desa ini dibuktikan dengan kegiatan-kegiatan keagamaan yang rutin dan aktif diselenggarakan setiap minggunya baik untuk warga dewasa laki-laki, perempuan, maupun anak-anak. Selain itu di satu desa ini terdapat beberapa yayasan keagamaan yang masih aktif terselenggara setiap sore hari.
Desa Banraas tergolong desa yang tertinggal karena beberapa fakor yang memengaruhi diantaranya desa ini yang terdapat pulau sehingga akses informasi, teknologi dan transportasi laut yang masih sangat minim. Listrik di desa ini belum terdistribusi secara optimal karena listrik tersedia hanya saat maghrib sekitar jam 18.00 sampai 00.00 WIB. Selain jam diatas warga yang ingin menikmati listrik menggunakan tenaga diesel.
Dilihat dari segi kesehatan, akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sudah tersedia namun masih terbatas, dikarenakan di desa ini belum terdapat puskesmas. Namun, untuk saran pelayanan kesehatan sudah ada dua polindes yang sering aktif dalam melakukan kegiatan-kegiatan dalam menunjang kesehatan desa seperti posyandu, imunisasi, serta pemeriksaan kesehatan lainnya.
Desa Banraas tergolong desa yang masih kurang maju dikarenakan desa yang berada di pedalaman pulau yang mana untuk akses ke pulau ini harus melewati penyebrangan menggunakan perahu kecil selama kurang lebih satu jam. Kondisi jalan di desa Banraas sendiri sudah baik namun belum beraspal hanya menggunakan paving sehingga sangat memungkinkan unuk diakses. Selain itu bangunan sekolah yang kondisinya sudah baik. Adapun sekolah-sekolah yang ada di desa Banraas yaitu SD, MI, MTs, dan MA.
            Harapan kepala desa kedepan untuk desa Banraas ini yaitu lebih meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) desa Banraas terutama dalam hal kecerdasan masyarakat, kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, serta pengembangan pulau wisata.

 GAMBARAN UMUM DESA BANRA’AS
Desa Banraasku, Oksigenku
Pulau Gili Iyang terdiri dari 2 desa yaitu salah satunya adalah  Desa Banraas. Desa ini berada di Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep pulau Gili Iyang.  Desa ini terletak pada kordinat 06 59’ 9” LS dan 114 10’ 29” BT dengan luas 921.2 Ha. Pulau Giliyang  Desa Banraas terdiri enam dusun yaitu, Dusun Kalompang, Dusun Assem, Dusun Raas Timur,  Dusun Baru, Dusun Raas Barat, Dusun Bungkok. Desa Banraas dipimpin oleh Kepala Desa atau lebih dikenal dengan Klebung yang bernama Bapak  H. Mathor, SH. 
Visi dan Misi desa Banraas:
Visi: Terwujudnya masyarakat desa Banraas, desa banraas jujur tentram makmur dan penuh dengan keadilan
Misi: Meneruskan program yang sebelumnya, mengembangkan potensi desa serta meningkatkan SDM desa.
Penduduk Desa Banraas rata-rata bemata pencaharian sebagai nelayan yang bergantung dari cuaca, jika ombak terlalu besar maka hasil tagkapan akan lebih mahal dan jika ombak tidak terlalu besar maka penjualan lebih murah. Suasana desa Desa Banraas tergolong ramah dikarenakan sifat royal, gotong royong yang terjalin antara warga sekitar sangat erat sehingga tercipta kerukunan serta persaudaraan yang erat.
Kereligiusan sangat kental di desa ini dibuktikan dengan kegiatan-kegiatan keagamaan yang rutin dan aktif diselenggarakan setiap minggunya baik untuk warga dewasa laki-laki, perempuan, maupun anak-anak. Selain itu di satu desa ini terdapat beberapa yayasan keagamaan yang masih aktif terselenggara setiap sore hari.
Desa Banraas tergolong desa yang tertinggal karena beberapa fakor yang memengaruhi diantaranya desa ini yang terdapat pulau sehingga akses informasi, teknologi dan transportasi laut yang masih sangat minim. Listrik di desa ini belum terdistribusi secara optimal karena listrik tersedia hanya saat maghrib sekitar jam 18.00 sampai 00.00 WIB. Selain jam diatas warga yang ingin menikmati listrik menggunakan tenaga diesel.
Dilihat dari segi kesehatan, akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sudah tersedia namun masih terbatas, dikarenakan di desa ini belum terdapat puskesmas. Namun, untuk saran pelayanan kesehatan sudah ada dua polindes yang sering aktif dalam melakukan kegiatan-kegiatan dalam menunjang kesehatan desa seperti posyandu, imunisasi, serta pemeriksaan kesehatan lainnya.
Desa Banraas tergolong desa yang masih kurang maju dikarenakan desa yang berada di pedalaman pulau yang mana untuk akses ke pulau ini harus melewati penyebrangan menggunakan perahu kecil selama kurang lebih satu jam. Kondisi jalan di desa Banraas sendiri sudah baik namun belum beraspal hanya menggunakan paving sehingga sangat memungkinkan unuk diakses. Selain itu bangunan sekolah yang kondisinya sudah baik. Adapun sekolah-sekolah yang ada di desa Banraas yaitu SD, MI, MTs, dan MA.
            Harapan kepala desa kedepan untuk desa Banraas ini yaitu lebih meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) desa Banraas terutama dalam hal kecerdasan masyarakat, kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, serta pengembangan pulau wisata.

0 comments:

Post a Comment